![]() |
| Foto dari depan Gedung Bioskop Djanoko Foto : Wildan Salami |
Tepatnya di era 70an, gedung ini berdiri dan menjadi
pusat bagi masyarakat sekitar. Gedung yang terletak di jantung kota
Randudongkal, Kabupaten Pemalang, sempat memiliki masa keemasan dimasanya.
Gedung yang setiap harinya memutar filem-filem lokal Indonesia dan filem luar
(negeri) sebagai ‘Box Office’nya telah mencuri banyak orang untuk sekedar
mampir maupun fokus menonton.
Suwarno (46) menuturkan dirinya dulu sering
datang ke Bioskop tersebut. “aku gemiyen sering teka maring mono." (Saya dulu sering datang (ke bioskop). Filem
favorit saya filem Indiaan). Tutur si Tukang Becak kepada media SalahCetak.
![]() |
| Foto dari depan samping Gedung Bioskop Djanoko Foto : Wildan Salami |
Ada
setitik harapan dari masyarakat sekitar mengenai Gedung Bioskop yang sudah
berhenti beroperasi. Tidak terlalu banyak warga yang mengetahui mengapa Gedung
yang sehari-harinya memutar filem ini berhenti beroperasi. Seperti Pak Abdul
warga sekitar yang menuturkan pendapat tentang berhentinya fungsi Gedung
tersebut. "Aku ora terlalu ngerti kenengapa Gedunge mari muteri filem." (saya kurang begitu tahu kenapa Gedung ini bisa berhenti beroperasi). "Sengertine Aku Gedung kie mulai bangkrut tahun 99-2000an lah. Ndean Wong-wong wis pada pindah maring VCD." (Setahu Saya Gedung ini mulai mengalami masa bangkrutnya di tahun 99-2000an lah,
mungkin pada saat itu orang-orang pada pindah ke VCD). Ungkap Pak Abdul dengan
sedikit mengenang masa lalu. "Wong pas kae Gedung kie ruangane dienggo rentalan PS." (Pada saat itu Gedung tersebut sudah muti fungsi,
salah satu ruangannya ada yang digunakan untuk membuka rentalan Playstation
(PS)”. Lanjut bapak-bapak penjual Makanan di sekitar Gedung.
![]() |
| Foto dari samping Gedung Bioskop Djanoko Foto : Wildan Salami |
Kurangnya
perhatian dari Pemerintah setempat, membuat Gedung yang seharusnya bisa
dijadikan investasi bagi kemajuan Kota kini menjadi terbengkalai. Tidak ada
sebuah catatan yang akurat untuk mengungkap bagaimana terjadinya pailit gedung
pemutar filem tersebut.


